Minggu, 24 Februari 2019

kesadaran

penghuni rumah tua,
beberapa bulan pasca palu koro
sebagai selter perjalanan hidupku,
mengukir siang dan malam,
 kini dia berjalan dengan gayanya,
rumah tua pintu para relawan bencana sulteng,
hidup bagaikan berjalan di alam liar,
 kita pun beregerak membuat bivak,
 sebagai wadah untuk berteduh,
 perjalanan menjadi komitmen hidup untuk mengenal jati diri siapa sebenarnya diri kita...!,
 kehidupan adalah warna warni dalam diri kita, yang mana akan menentukan jantung pilihan,
hal militan sebagai prinsip di beberapa waktu kemarin dalam atmosfer kampus,
 kota lembah sebagai anugrah dan rasa bersyukur duniawi,
 kitapun banyak menuangkan imaji tentang besarnya kebaikan pencipta,
hal duniawi adalah gambaran sikap kita di berbagai manusia yang manusiawi,
agar menjamin di hari berikutnya jika kesadaran kita selalu bersikap adil,
alampun akan berbagi rasa aman,
 jiwapun akan tenang,
 sebab alam hamba yang ikut menjaga keamanan dalam diri,
 sesuatu yang hidup pasti bernyawa,
 tetapi di lain waktu dia akan meninggalkan rumahnya,
 dan kembali bersamanya, yaitu sang pencipta
haripun kini berubah, berlahan-lahan getaran mulai menjauh,
 sebagai tanda bahwa bumi sudah tua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar