kita tak ingin rapuh dalam perjalanan
mereka menempuh senyuman
aku menatap pelangi berlabuh
geteran ombak menambah merdunya kita berjalan ketempat asal
aku terlalu banyak menulis
kisah kebaikan kehidupan disana aku bernafas tak satupun dari mereka aku kenali
aku melangkah lagi
permainan bertambah lebih
aku menginginkan ketenangan
ada sebuah kehausan untuk memandang
indahnya kehidupan di alam kita
aku tak ingin bertanya lagi
karena aku dalam penglihatannya
kutuliskan besarnya perahu kehidupan
bila itu kembali aku penentu pilihan.
Selasa, 31 Juli 2018
aku ada
kita sebagai ukiran kontraversi
siapa saja bisa menjadi penawar,
ini bukan perlawanan untuk mereka
kita dalam perlawanan dalam diribukan sebuah pertunjukan,
sesuatu yang benar jika anda lebih memilih diam
aku bekerja sebagai pesan baru
sebagai pengganti sensitif di beberapa waktu tadi,
dibeberapa saat aku terbangun
aku tardampar dalam kabar menunggu,
andaikan waktu kita hilang
anda akan menunggu pesan damai
dalam persembunyian diri
disana aku akan mendapatkannya
dan aku kembali bernafas untuknya.
Senin, 30 Juli 2018
Air
Aku Adalah waktu
Diripun Bukan keraguan
Langganan:
Postingan (Atom)



